Memandang dunia dengan dua warna tanpa disadari selalu kita lakoni. Apatah lagi ketika berhadapan dengan orang lain. Ketika dengan berapiapi nilainilai moral yang dianut diumbar, ketika itu pula kita mulai melukis garis pemisah antara aku dan lainnya. Aku adalah yang benar dan lain adalah yang salah. Padahal antara benar dan salah terbentang wilayah abuabu yang penuh dengan sedikit salah atau sedikit benar, hampir benar atau hampir salah, serta bejibun kondisi lainnya. Padahal diwilayah abuabu itu ada benar yang lain dan itu tidak satu.
Menghargai pendapat lain walaupun bertentangan dengan nilai yang kita anut adalah sikap langka yang susah ditemukan hari ini. Menghargai tidaklah berarti membenarkan, namun jika merasa diri sendiri saja yang benar juga bukan sikap yang dapat dibenarkan.
Berbagi dalam menilai sesuatu, memberikan ruang kepada yang lain untuk menilai berdasarkan kaedah yang yang dianut menciptakan kebersamaan dalam keberbedaan. Mengambil aras jalan tengah, dengan tidak memaksakan sebuah pendapat namun teguh dengan nilainilai yang dipegang membuat kita akan disegani baik kawan ataupun lawan.
Sesungguhnya kebenaran hakiki itu hanya milik Allah SWT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar