Senin, 13 Oktober 2008

Ketiga

Rasanya sudah cukup lama aku meninggalkan laman blog ini. Tak sempat kuhitung putaran jarum masa ketika laman ini terabaikan. Cukup banyak peristiwa terbenam bersama berlalunya sang waktu. Berkubur di pusara tanpa nisan, hilang dihirup pikuk kerenah dunia.

Entah mengapa malam ini sekelebat melintas ingatan tentang laman ini, dan jemari mulai menari dan terus menari di keyboard, melukiskan apa yang terbersit dibenak. Satu satu huruf terangkai menjadi kata, kata berhimpun menjadi kalimat.

Selalu rintangan utama adalah ketidakmampuan melukis dengan kata, walau ada setumpuk wacana melayang di celah celah dalam rongga minda. Mungkin patut disadari bahwa aku memang bukan ditakdirkan untuk menjadi pelukis kata kata. Lalu apa yang mesti kupaparkan malam ini.

Atau, anggap saja ini adalah sebuah tanda bahwa blog ini masih ada. Bahwa mungkin esok hari atau entah bila, akan ada luahan kata kata yang lain. Seperti seekor kucing yang menandai daerah kekuasaannya dengan mengencingi daerah tersebut. Anggap saja tulisan ini adalah bentuk lain dari kencing kucing tersebut.

Tabik!

Minggu, 27 Juli 2008

Kedua

Aku tak tahu mau menulis apa malam ini. Midnight Sun dari Tito Puente masih mengalun lembut dari speaker notebook dan berganti dengan Sophisticated Lady dari Art Tatum, setelah itu entah lagi. Semuanya tak mampu memancing inspirasi. Menuntun kata-kata melukiskan isi hati.

Semalam juga sama, seperti malam malam yang lalu lalu. Mungkin juga dengan malam malam yang akan datang.

Ketika masa lalu telah menjadi sejarah, hari ini juga akan segera berlalu. Bagaimana dengan masa depan?

Rabu, 23 Juli 2008

Pertama

Banyak hal yang hendak diperbuat didunia bayang-bayang ini. Mungkin yang pertama adalah kehendak untuk mencurahkan isi hati. Mengungkapkan hasrat hasrat yang tersimpan di ceruk paling dalam sanubari ini. Mencurahkan nafsu liar untuk menulis. Dan mungkin yang terakhir sebagai bejana untuk mengumbar setumpuk gagasan.

Namun untuk memulainya amatlah sulit. Tunak tegun menyiakan waktu, menanti sekelebat gagasan melintas di minda. Kadang kalaupun ianya lewat, sepatah katapun tak mampu dicari digores untuk melukisnya.

Padahal hidup ini adalah sekumpulan cerita, sumber inspirasi yang tak ada habisnya.