Aku tak tahu mau menulis apa malam ini. Midnight Sun dari Tito Puente masih mengalun lembut dari speaker notebook dan berganti dengan Sophisticated Lady dari Art Tatum, setelah itu entah lagi. Semuanya tak mampu memancing inspirasi. Menuntun kata-kata melukiskan isi hati.
Semalam juga sama, seperti malam malam yang lalu lalu. Mungkin juga dengan malam malam yang akan datang.
Ketika masa lalu telah menjadi sejarah, hari ini juga akan segera berlalu. Bagaimana dengan masa depan?
Minggu, 27 Juli 2008
Rabu, 23 Juli 2008
Pertama
Banyak hal yang hendak diperbuat didunia bayang-bayang ini. Mungkin yang pertama adalah kehendak untuk mencurahkan isi hati. Mengungkapkan hasrat hasrat yang tersimpan di ceruk paling dalam sanubari ini. Mencurahkan nafsu liar untuk menulis. Dan mungkin yang terakhir sebagai bejana untuk mengumbar setumpuk gagasan.
Namun untuk memulainya amatlah sulit. Tunak tegun menyiakan waktu, menanti sekelebat gagasan melintas di minda. Kadang kalaupun ianya lewat, sepatah katapun tak mampu dicari digores untuk melukisnya.
Padahal hidup ini adalah sekumpulan cerita, sumber inspirasi yang tak ada habisnya.
Namun untuk memulainya amatlah sulit. Tunak tegun menyiakan waktu, menanti sekelebat gagasan melintas di minda. Kadang kalaupun ianya lewat, sepatah katapun tak mampu dicari digores untuk melukisnya.
Padahal hidup ini adalah sekumpulan cerita, sumber inspirasi yang tak ada habisnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
