Senin, 13 Oktober 2008

Ketiga

Rasanya sudah cukup lama aku meninggalkan laman blog ini. Tak sempat kuhitung putaran jarum masa ketika laman ini terabaikan. Cukup banyak peristiwa terbenam bersama berlalunya sang waktu. Berkubur di pusara tanpa nisan, hilang dihirup pikuk kerenah dunia.

Entah mengapa malam ini sekelebat melintas ingatan tentang laman ini, dan jemari mulai menari dan terus menari di keyboard, melukiskan apa yang terbersit dibenak. Satu satu huruf terangkai menjadi kata, kata berhimpun menjadi kalimat.

Selalu rintangan utama adalah ketidakmampuan melukis dengan kata, walau ada setumpuk wacana melayang di celah celah dalam rongga minda. Mungkin patut disadari bahwa aku memang bukan ditakdirkan untuk menjadi pelukis kata kata. Lalu apa yang mesti kupaparkan malam ini.

Atau, anggap saja ini adalah sebuah tanda bahwa blog ini masih ada. Bahwa mungkin esok hari atau entah bila, akan ada luahan kata kata yang lain. Seperti seekor kucing yang menandai daerah kekuasaannya dengan mengencingi daerah tersebut. Anggap saja tulisan ini adalah bentuk lain dari kencing kucing tersebut.

Tabik!

Tidak ada komentar: